Selasa, 10 Januari 2017

Perkembangan Matematika di Zaman Yunani Kuno dan Persia

Waaahhh gak terasa yah,,, sekarang kita sudah beranjak ke post 6 hehhe...
Selamat membaca..!!!

A. Yunani Kuno
       Pada zaman Yunani Kuno, orang-orang Yunani membuat matematika menjadi sebuah disiplin ilmu, yaitu mengubah beragam aturan perhitungan empiris matematika menjadi padu dan kesatuan yang sistematis. Orang- orang Yunani mewarisi ilmu pengetahuan Timur dan mereka mendalami matematika lebih abstrak atau lebih kepada teori-teori dengan usaha mereka sendiri. Misalnya saja pada perbedaan orang- orang Babilonia menafsirkan bahwa bilangan tersebut merupakan bilangan yang sudah rasional akan tetapi orang-orang Yunani membuktikan bilangan Ö2 merupakan bilangan yang tidak rasional. Lalu terjadi gelombang penjajahan yang berlangsung di Aegean pada abad ke-8 sampai abad ke-6 SM, dimana mengakibatkan terbukanya jalan terobosan yang luar biasa bagi yunani. Mengapa demikian? karena dengan berkumpulnya denngan orang-orang yang telah menjajah wilayah mereka menyebabkan mereka mendapatkan pengalaman dan berbagai informasi tentang ilmu matematika. 
       Dimulai pada zaman besi menandakan kenaikan matematikka di Yunani yang bertepatan pada abad ke-6 SM (berkembang paling cemerlang di abad ke-5 sampai abad ke-4 SM), dimana peristiwa itu disebut "perdaban yunani", dimana muncul perkembangan matematika baru oleh ilmuwan-ilmuwan yang berasal dari Yunani, yaitu Thales dan Pythagoras.
        Ilmu-ilmu matematika berlanjut dari Mesir ke Yunani, semua penemuan-penemuan yang telah dilaporkan oleh Thales, bagi orang Mesir dianggap tidak memberikan pengaruh terhadap perkembangan matematika di Mesir. Akan tetapi, bagi orang-orang Yunani merupakan suatu awal perkembangan yang luar biasa seperti geometri. Adapun karya-karya yang dihasilkan, seperti: 
1. Pengukuran ketinggian piramida
2. Pengukuran jarak kapal laut dari pantai.
        Selain Thales Pythagoras juga memiliki hasil karya, seperti:
1. Aritmatika
2. Harmoni (musik)
3. Tentang astronomi.


B. Persia
    Persia adalah salah satu suku yang tergolong dalam bangsa Iran, menggunakan bahasa Persia dan juga mempunyai persamaan dalam kebudayaan dengan bangsa Iran yang lainnya. Bangsa ini mayoritas di Iran dan minoritas di beberapa negara lain, seperti: Afganistan, Tajikistann, Uzbekistan, Amerika Serikat, Kuwait, Turki, Uni Emirat Arab, Irak, dan juga beberapa negara di Timur Tengah. Saat ini istilah Persia sering merujuk kepada Iran. Persia diguankan untuk isu sejarah dan kebudayaan dan Iran digunakan untuk isu politik.
     Pada abad-abad sebelum kedatangan islam, Persia telah mengalami kemajuan dalam ilmu matematika yang di ilhami dari pengetahuan matematika bangsa lain. Raja-raja Persia sangat mendukung perkembangan ilmu pengetahuan, mereka memberikan fasilitas asimilasi dan adaptasi ilmu-ilmu dari luar Persia terutama matematika. Kemudia pada abad tersebut telah menggunakan sebuah perhitungan matematika dengan menggunakan simpul tali yang kemudian diadopsi dan dikembangkan oleh suku luar. 
     Dalam perkembangan sejarah matematika Persia didukung oleh tokoh cendekiawan matematika terkemuka, seperti:
1.  Al-khawarizmi yang menciptakan konsep al-jabar sekaligus penyempurnaan sistem bilangan dengan penambahan angka "0" yanng diuraikannya  dalam sebuah karya  kitab dengan judul kitab al-muhtasar fi hisab al-jabr muqabala. Contoh persamaan, x2 + 10x = 39 → x2 + 10x - 39 = 0
2. Omar Khayyam dengan penemuannnya tentang persamaan pangkat yang lebih tinggi dari binomial. Pencipta karya matematika tersebut berlaku hingg saat ini.  Contohh persamaannya, x3 + ax2 + b2x + c3 = 0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar